SENDAL JEPIT

blog ini dibuat berdasarkan keisengan semata tanpa rekayasa apapun

KARENA INI AKU BISA HIDUP 16.08


Peredaran narkoba kini makin marak. Segala kalangan dapat disasarnya. Siapa saja bisa menjadi pengedar narkoba. Menjadi pengedar atau pun Bandar narkoba tidak harus menjadi lulusan keahlian dan menyandang gelar tertentu, asalkan pintar berkelid dari incaran pihak berwajib cukup menjadi syarat mutlak.
foto : Google
Bahkan remaja umur belasan pun bisa menjadi pengedar narkoba. Seperti penuturan salah satu remaja pengedar narkoba yang sengaja penulis samarkan namanya menjadi Gatra. Gatra seorang remaja berusia 19 tahun. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa disalah satu perguruan tinggi negeri. Awal ia berkenalan dengan narkoba saat  ia menduduki bangku SMP tepatnya di kelas IX. Barang ini ia dapatkan dari teman ayahnya yang juga tetangganya. Awalnya ia merasa canggung dan takut dengan barang tersebut, setelah ia cicipi ternyata barang tersebut memberikan efek berbeda pada dirinya. Gatra merasa lebih percaya diri. Mulai saat itulah ia mulai kecanduan, segala cara ia tempuh untuk mendapatkan barang yang diinginkan bahkan mencuri pernah ia lakukan.
Cang taen ngemaling gara-gara barang ne, sing ngaang ajan cang naenan keneh (saya pernah mencuri akibat barang ini, saya taidak bisa menahan diri)” ujar nya. Namun ia mulai sadar jika ia terlalu sering mencuri tidak mustahil Gatra akan masuk bui. Bahkan ia pernah menyayat lengannya dan mencicipi darahnya, ini ia lakukan karena ia telah ketagihan.  Karena keinginan yang mendesakan ia pun beralih profesi menjadi pengedar sekaligus pemakai narkoba. Bahkan ia pernah hampir tetangkap sebanyak tiga kali. Kali pertama dan kedua Gatra bisa lolos. Saat yang ketiga kalinya Gatra tertangkap saat memasok barang pada Bandar lainnya. Karena alasan masih dibawah umur Gatra dibebaskan dan hanya dikenai wajib lapor dan denda yang cukup besar. “yen mentakon kapok engken dik nah? Orahang kapok sing, orahang sing cang kapok (kalau ditanya mengenai jera gaman ya? Dibilang jera enggak, dibilang enggak ya jera)” tuturnya. Dalam usia belasan Gatra telah menjadi seorang Bandar narkoba. “sebeng cang nak polos, sing je ade anake nyangka cang nyemak gaen kene (tampang saya polos, tidak mungkin ada orang yang menyangka dengan pekerjaan saya saat ini)”. Tambahnya sebelum memutuskan telpon dari penulis. Bagi Gatra, hanya dengan pekerjaan ini ia mampu melanjutkan pendidikannya.

KEKUATAN MAGIS DI BALIK BENTUK SEDERHANANYA 02.39



Sungai Ijo Gading terletak di Desa Berangbang, Kecamatan Negara. Sungai ini memisahkan dua kecamatan yaitu kecamatan Negara dan kecamatan Jembrana. Sungai ini memiliki keunikan tersendiri yaitu memiliki batu magis. Sepintas batu ini terlihat sama seperti batu pada umumnya. Namun di balik bentuknya yang biasa, batu ini menyimpan berbagai keanehan.   
Batu Ogong, begitulah batu magis ini disebut. Entah sejak kapan batu tersebut berada di Sungai Ijo Gading tidak ada warga yang tau pasti. Batu besar yang terletak dibawah pohon oo di tepi sungai ini memiliki cerita magis tersendiri. Sudah banyak warga yang membuktikannya, terlebih lagi dibatu ini sering dilakukan ritual nunas nomor oleh para pencinta togel. Warga Desa Berangbang sendiri sudah banyak yang membuktikan keanehan yang dimiliki batu ini.
Mbah Ate, begitulah beliau disapa. Beliau menceritakan bahwa batu ogong adalah batu keramat dan sudah ada sejak beliau kecil. Dulu beliau tidak pernah berani untuk datang sendiri ke sungai ini, apalagi mendekati batu tersebut, konon dahulu siapa saja yang mendekat kesana pasti akan bermimpi bertemu orang dengan perawakan tinggi, berpostur tubuh besar. Kejadian aneh pernah beliau alami. Beliau menuturkan bahwa dahulu saat mandi di sungai ini beliau kehilangan giwangnya. Giwang tersebut telah beliau cari, namun tetap tidak ditemukan. Dengan perasaan menyesal, beliau mendatangi orang pintar dan menanyakan tentang kehilangannya tersebut. orang pintar tersebut menyarankan beliau untuk ngutang nasi kepel di batu itu. Berselang tiga hari dari ngutang nasi kepel secara tidak sengaja beliau menemukan giwang tersebut disekitar batu ogong. “Batu di luan, embah di teben saget derika bakat sumpel mbah nike, heran mbah” tutur beliau dengan logat khasnya.
Kejadian aneh juga pernah dialami oleh mantan Kepala Desa Berangbang I Ketut Welem. Beliau mengatakan bahwa beliau sempat sakit karena menyuruh orang untuk menebang pohon oo yang berada di samping batu magis tersebut. Awalnya beliau bermaksud untuk mengurangi kesan angker dari Sungai Ijo Gading, namun niat itu urung dilanjutkan karena orang yang beliau perintahkan beserta beliau tiba-tiba sakit setelah memotong satu dahan oo. “Bapak rereh anak gede badeng suud nike, buung lantas bapak ngabas” tegas beliau.
Selain itu seorang pecandu togel yang tak ingin disebut namanya pernah melakukan ritual nunas nomor. Saat ia bersemedi, ia dimintai pisang emas sebagai pengganti nomor yang akan ia peroleh. Setelah ditelusuri, ia akhirnya tau bahwa maksud dari pisang emas itu adalah jari tangan manusia. Dari saat itulah ia tidak pernah datang ketempat itu untuk nunas nomor lagi.

Transgender 19.59











TRANSGENDER
Dilahirkan  ke dunia tentu saja hal yang menyenangkan dan patut disyukuri. Namun tak bisa dipungkiri, bahwa beberapa dari kita merasa tidak puas dengan keadaan fisik yang telah digariskan oleh Sang Pencipta.
Sebut saja permasalahan jenis kelamin. Banyak diantara kita merasa tidak “cocok” dengan jenis kelamin yang telah dianugrahi Tuhan. Karena perasaan ketidak nyamanan ini, segala cara ditempuh untuk memuaskan keinginannya. Mulai dari bersikap menyimpang (tidak sesuai kodrat, dan sifat orang yang berkepribadian sama pada umumnya) hingga melakukan tindakan penggantian jenis kelamin atau transgender.
Transgender  adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa,  berfikir atau terlihat berbeda dari jenis kelamin yang mereka dapatkan saat lahir. Mendaulat diri menjadi pelaku transgender, tentu bukan hal yang mudah. Perlu pertimbangan dan kekuatan mental ekstra. Selain menghadapi keluarga tentunya pelaku transgender harus siap menghadapi hujatan sebelum akhirnya ia diakui sebagai pelaku transgender oleh lingkungan dan masyarakat.


Pada awalnya pelaku transgender, merasa aneh dengan kondisi tubuhnya. Merasa sebagai wanita namun terjebak di dalam fisik laki-laki, begitu pula sebaliknya. Mereka cenderung melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan perilaku yang seharusnya. Seperti anak lelaki yang cenderung berdandan seperti wanita, dan kerap bertingkah layaknya wanita. Begitu pula wanita yang cenderung bersikap seperti lelaki dan merasa dirinya sebagai lelaki. Keadaan seperti inilah yang mendasari tindakan operasi kelamin. Di Indonesia sendiri, tak sedikit pelaku transgender. Beberapa dari pelakunya merupakan artis yang cukup terkenal.