SENDAL JEPIT

blog ini dibuat berdasarkan keisengan semata tanpa rekayasa apapun

Menjemput Kereta Kencana 16.50



Aku siap pulang. Seharusnya aku sadar siapa aku. aku tak lebih dari beban hidup bagi mereka. Beban kedua orang tua ku, beban keluarga, bahkan pacarku juga. Kalian tahu rasanya jadi aku? Sepi. Dari kecil aku dibesarkan dalam ketakutan. Rasanya apa yang menjadi pilihanku, hidupku, juga serba salah. Serba memberatkan. Terimakasih mama, ajik, kakak selama hampir 23 tahun ini kalian bersabar selalu aku bebani. Dan aku belum mampu membalas apa-apa bahkan semakin membebani. Terimakasih yang tu, ajiman sudah mau menampung keponakan kurang ajar sepertiku. Dan buat kamu juga wi. Sayang ku aja bukan modal yang kuat untuk kita bersama, bahkan aku ikut membebani wi. Aku gak nyerah buat hidup kok. Cuman aku gak pengen jadi beban buat kalian.
Aku gak menemukan jalan lain selain meninggalkan kalian. Seengaknya menurutku dengan seperti ini aku mengurangi beban kalian. Saat ini aku sedang dalam kesadaran penuh. Masih hafal huruf di keyboard, masih ingat jelas kalian, ingat jelas juga perjuangan kalian. Jika nanti aku pergi terlalu jauh ketika menenangkan diri, ikhlaskan. Setidaknya dengan begitu dosa ku akan berkurang. Jika nanti aku meraung meminta tolong atas kebodohanku, abaikan. Anggap kalian tak pernah mengenalku. Tuhan terlalu baik, memberikan duri seperti ku untuk malaikat-malaikat mulia seperti kalian.
Nanti, jangan memilih orang sepertiku lagi untuk menemani hidup kalian. Oh satu lagi, jangan mengirim da untukku, aku terlalu membebani kalian.


                                                                                    Salam


                                                                                    Si pembeban dan pembuat onar

Aku Apa??? 04.55