SENDAL JEPIT

blog ini dibuat berdasarkan keisengan semata tanpa rekayasa apapun

ratapan anak hasil aborsi 19.19


Tangisan anak yang digugurkan

Seorang anak kecil duduk termenung di bawah kayu besar, saat ku berjalan dan menghampirinya suara lirih keluar dari mulutnya “ibu…ibu…ibu datang untuk menjemput ku kah bu? Aku telah lama menanti ibu,” aku tertegun mendegar panggilan anak itu. “ ibu peluk aku bu, aku sendirian, aku kesepian, aku takut bu”. Tangisku pun pecah saat aku teringat akan anak yang pernah ku buang  beberapa bulan yang lalu. Anak yang telah ku gugurkan. Anak yang ku buang, menyendiri dalam gelap, dan aku bisatertawa bahagia tanpa merasa berdosa.
“ibu mengapa ibu diam?, ibu malu memiliki anak sepertiku?” suara kecil itu tak hentinya mengeluarkan Tanya. Aku hanya bisa menjawab dengan tangisan. “ maafkan ibu anakku, maafkan ibu..ibu tidak malu nak, semua salah ibu, ibu tidak bertanggung jawab dan mengorbankanmu hanya demi menghindari cacian orang, maafkan ibu nak”. “ ibu taukah ibu rasanya dibunuh bu? Itu sangat menyakitkan, aku tersiksa bu, obat – obatan itu menghancurkan tubuhku, ingin rasanya saat itu aku bertahan namun aku tak sanggup bu, racun itu terlalu kuat. Bu lihatlah badanku bu rasanya sakit sekali, setiap malam aku menangis, memanggil – manggil nama ibu”.
Ya Tuhan, dosa apa yang sudah aku perbuat? Aku membuang anakku sendiri hanya demi menghindari cacian orang. Terlambat memang sudah terlambat, yang tersisa hanya penyesalan dan tangis air mata. Maafkan aku anakku.

puisi kecil untukmu 02.55


Barang Bekas

Aku…aku hanya batu kerikil kecil yang ingin menjadi tak tajam setelah di asah tetesan hujan
Aku…aku hanya pasir halus yang sangat mudah di terbangkan angin, singgah ke lain tempat tanpa penghalang yang berarti
Sulit bagiku untuk menjamah mu, mengerti inginmu , memahami maksud hatimu
Aku tak peka, tak punya rasa, rasa yang dulu begitu besar dan memenuhi ruang hatiku
Bukan aku yang memulai, bukan aku yang meminta itu.
Itu semua karena mu, karena hatimu yang selaluw menjangkau banyak hati untuk bernaung di tangannya.
Hingga ku berada di ujung akar hatimu. Jika kau lepaskan aku bukanlah apa”.
Bukan hal yang bisa dibanggakan.
Seperti katamu aku hanya barang bekas