SENDAL JEPIT

blog ini dibuat berdasarkan keisengan semata tanpa rekayasa apapun

artikel umum 21.40



Sepi Pengunjung, Museum Buleleng Mati Suri


(Singaraja). Museum Buleleng yang beralamat di jalan Veteran Singaraja “mati suri”. Hal ini dikarenakan sepinya pengunjung yang mendatangi museum ini. Selama tahun 2012 saja tercatat hanya 35 orang pengunjung yang mendatangi museum ini. Sebagaian besar pengunjung yang tercatat berasal dari luar negeri.
foto : dewa
Pihak yayasan menyatakan, turunnya kunjungan wisatawan lokal, dikarena pada saat ini museum kurang diminati dijadikan objek wisata. Padahal menurutnya dengan mengunjungi museum, masyarakat akan mengetahui sejarah lewat peninggalan-peninggalan yang terdapat di museum ini. 
Selain mengalami krisi pengunjung, museum Buleleng juga mengalami krisis ekonomi.
Hal ini dikarenakan minimnya dana yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah sehingga, pihak yayasan kesulitan dalam mengelola benda-benda yang ada di museum Buleleng ini. Diterangkan pula, masih banyak benda-benda kepurbakalaan yang dimiliki, namun karena terbatasnya dana dan tempat, pihaknya masih membiarkan benda-benda sejarah itu disimpan sementara oleh warga.
Hal ini sangat disayangkan mengingat pentingnya peran museum Buleleng, sebagai arsip kesejarahan kota Singaraja. Di samping itu pihak yayasan merencanakan untuk memindahkan pengelolaan museum ini ke Pemkab Buleleng. Salah satu pihak yayasan yaitu I Gede Darna menyatakan adanya kemungkinan bahwa museum ini akan dikelola oleh Pemkab Buleleng, mengingat perlunya biayaya perawatan yang cukup tinggi untuk merawat museum dan benda-benda lainnya. Sementara pihak yayasannya saat ini sedang memperjuangkan nasib museum ini.
foto; dewa
Pihak yayasan juga menyatakan bahwa masyarakat juga masih awan, dengan keberadaan museum Buleleng ini. Apalagi kebanyakan dari penduduk Singaraja saat ini adalah warga pendatang. Hal ini dibenarkan oleh Wira (19) salah satu mahasiswa di perguruan tinggi negeri, Singaraja. Ia menyatakan selama hampir selama satu tahun tinggal di Singaraja, ia tidak mengetahui bahwa ada museum Buleleng di Kota Singaraja. “Saya tidak pernah mendengar kalau ada museum disekitar sini, dan teman-teman saya yang tinggal di Singaraja juga tidak pernah membicarakan hal itu” tuturnya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dewa Gede (20), yang merupakan penduduk di asli Buleleng, ia menyatakan bahwa ia tidak mengetahui dimana letak museum Buleleng. “Saya tinggal di kota ini sudah hampir 6 tahun. Saya pernah mendengar nama Museum Buleleng namun tidak tahu alamat pastinya dimana. Kata orang museum itu sulit ditemukan” paparnya.

artikel remaja 21.35



Ajang pamer, Perang Status Lewat Facebook

Siapa sih… yang ga tau jejaring sosial?. Facebook, Twitter, Skype siapa coba yang ga tau? Mungkin kalian adalah pengguna salah satu dari berbagai jenis jejaring social yang tersedia.
Banyak banget keuntungan dari jejaring sosial ini. Selain kamu dapat nambah temen, kamu juga bisa share sesuatu lo… Nah enggak itu aja, jejaring sosial seperti facebook saat ini memegang berbagai peran, mulai sebagai ajang pencarian teman sampai pacar, tempat curhat hingga tempat perang lo… perang status khususnya.
foto : dewa
Banyak banget pengguna facebook yang saling serang, sindir dan hina melalui status di facebook. Entah apa yang melatar belakangi hal tersebut. Mungkin hanya mencari perhatian atau hanya sekedar iseng, yang jelas ga enak banget buat di baca. Mungkin kamu pernah baca status yang saling serang antara satu dan lainnya atau bahkan pernah saling serang status, waw….. sudahi saja ya kawan.
Perang status di facebook ga ada gunanya, kawan. Kamu hanya membuat malu dirimu sendiri. Selain itu orang lain akan tahu masalah kamu. Kamu juga akan mengganggu kenyamanan orang lain, inget facebook itu ruang publik ya. Temen kita Angga yang merupakan salah satu pengguna facebook, sering banget mengeluh, karena status orang yang saling sindir satu dan lainnya, enek katanya. Sangat mengganggu, dan menghilangkan moodnya buat fb-an. Pendapat lain juga dilontarkan oleh temannya Indah. Menurut Indah perang di facebook itu kampungan, dan primitif. Indah juga menambahkan bahwa pupularitas tidak bisa didapatkan dari perang facebook. “Yang ada, orang malah ilfell ma kamu” ujarnya.

artikel anak 21.32



Bahayanya Bermain Petasan

Ayo siapa yang pernah bermain petasan….? Plak…..duaaaaarrr……! menyenangkan bukan…? Tak heran jika banyak yang membeli dan memainkannya.
Permainan Menjelang Tahun Baru.
Teman-teman senang bermain petasan? Atau hanya melihatnya saja? Petasan adalah bentuk peledak dalam sekala kecil lo, teman-teman…. Walau pun dalam sekala kecil tapi petasan tidak kalah berbahaya. Petasan dikemas dalam berbagai bentuk oleh produsennya. Agar menarik minat pembeli. Bahan dasar pembuatan kembang api atau petasan adalah bubuk mesiu.
foto : dewa
Bahan Dasar Petasan yang Berbahaya
Bubuk mesiu adalah bubuk hitam. Terbuat dari campuran natrium, arang dan belerang, teman-teman… Nah, kandungan bubuk mesiu yang tidak jelas inilah yang sangat berbahaya. Terkadang kita menjumpai petasan dengan daya ledak lemah dan ada juga yang kuat. Daya ledak yang kuat inilah yang harus kita hindari teman… petasan dengan daya ledak tinggi dapat menimbulkan kerusakan pada benda padat disekitarnya. Bahkan dapat menimbulkan korban jiwa lo…. Mungkin teman-teman ada yang pernah terbakar bagian kulit atau tangan….? Nah, makanya berhati-hati ya teman…? Untuk lebih amannya jauhi saja petasan dan kembang api ya teman..!

Raih Aku 21.23

Datangi aku malaikatku......
dunia terlalu asing untuk ku cicipi sendiri....
Dahulu neraka sangat bersahabat, saat kita bersama...
Dunia bagai surga, saat kau menyatu denganku...
waktu berbisik, kita tak akan pernah menjadi satu....

ya,...waktu benar kita tak bersama...
sejauh apalagi ku berlari untuk menemukanmu?
seberapa lama aku haru menantimu?
berapa banyak lagi harus mencoba mengakhiri semua???

aku ingin bersamamu malaikat....
dengarkan aku, dengar sekali saja....
aku tak pernah takut untuk kau buang di dunia ini...
hanya saja aku tak pernah ingin berjauhan dengan mu....

berjarak awan, langit dan benda lainnya...
aku tak mampu lebih lama....
katakan pada sang kala, letakan jarum jam pada pukul 18.00
aku tak bisa lebih lama untuk menjalani sendiri...
aku ingin pulang malaikat,,,,hanya pulang dan bersama...